NICHOLAS Saputra
“Menghidupkan karakter di depan kamera, menjaga ruang privasi di belakangnya.”
01 / LANSKAP PERSPEKTIF
Lahir di Jakarta pada 24 Februari 1984, Nicholas Saputra Schubert menorehkan standar emas seni peran berkarakter di Indonesia. Alumnus Arsitektur Universitas Indonesia ini meledak secara kultural lewat peran legendaris Rangga dalam *Ada Apa dengan Cinta?* (2002), sebuah karakter yang mendefinisikan ulang persona pria puitis di era modern.
Pendekatan akademisnya terhadap arsitektur lanskap membentuk caranya bekerja di industri seni peran: penuh ruang bernapas, kalkulasi emosi yang presisi, dan penolakan total terhadap sensasi murahan. Sebagai seorang aktivis lingkungan hidup dan produser dokumenter, ia menggunakan platformnya secara sunyi namun berdampak masif bagi pelestarian alam nusantara.
02 / MASTERPIECE RECOGNITION
Piala Citra FFI (Pemeran Utama Pria Terbaik)
Dianugerahi penghargaan tertinggi perfilman nasional atas akting emosional yang magis lewat film *Gie* (2005) karya Riri Riza.
Produser Dokumenter Alam & Edukasi
Melangkah ke belakang layar memproduseri karya film dokumenter lingkungan *Semesta* (2020), merekam kearifan lokal penjaga alam.
Duta Nasional UNICEF Indonesia
Dipercaya secara resmi sebagai representasi suara kemanusiaan yang berfokus pada isu hak anak, sanitasi, dan akses air bersih daerah.
03 / CHRONOLOGY LINES
Debut perdana akting layar lebar dalam sinema kultus ikonik “Ada Apa dengan Cinta?”, memicu kebangkitan perfilman nasional abad baru.
Mendalami peran biografi tokoh intelektual pergerakan mahasiswa Soe Hok Gie, memenangkan apresiasi kritik kritikus mutlak.
Kembali mengambil peran ikonis Rangga dalam “Ada Apa dengan Cinta? 2”, mencetak rekor penonton masif pasca-satu dekade lebih.
Fokus mengonsolidasikan ruang arsitektur lanskap miliknya, memproduseri pameran teater seni, serta memimpin advokasi lingkungan hidup global.